Senin, Desember 08, 2008

Burger favorit

Entah kenapa gw suka banget makan Burger....
Dari beberapa Burger di Jakarta yang pernah gw cobain, ini beberapa yang jadi favorit.
1. BigMac dari MacDonald
MacDonald BigMac
Murah (cuma 20rb-an), mudah didapat, ukuran besar... dan enak.

Sayang sekarang ukuran roti-nya jadi makin tipis
MacD BigMac krismon

2. Double Whopper with Cheese dari Burger King
BK DWwC
Super buesaaar, ueeenaaaakkk......... tapi mahal.

Jadi kalo lagi bokek beli yg ini aja, Whopper with Cheese
BK Whopper

3. PKB dari Burger Klenger
Klenger PKB
Murah, mudah didapat (ada counternya deket rumah), rasanya lumayan enak.

cih.... nulis ini jadi pengen makan Burger lagi....

Sabtu, Desember 06, 2008

Syarat pembuatan Akte Kelahiran

Didapat dari pusat informasi RS Yadika Pondok Bambu.

Syarat pembuatan Akte Kelahiran:
1. Fotocopy Surat Keterangan Lahir dari rumah sakit 2 lembar.
2. Surat pengantar dari Kelurahan (tidak wajib, tergantung daerah-nya).
3. Fotocopy Kartu Keluarga 2 lembar (kalau belum punya, bisa pakai KK orang tua).
4. Fotocopy Surat Nikah/Buku Nikah 2 lembar.
5. Fotocopy KTP ayah dan ibu masing-masing 2 lembar.

Biasanya rumah sakit tempat melahirkan menerima jasa pembuatan akte kelahiran, tapi mestinya sih bisa juga membuat sendiri via Kelurahan.

Jumat, Desember 05, 2008

Foto anakku

Namanya Aozora Ananda Adhitya.
Aozora berasal dari kata Aoi Sora yang artinya langit biru dalam bahasa Jepang.
Berat saat lahir adalah 3360 gram dan panjang-nya 50 cm.
Lahir normal dengan bantuan vacuum.
Aozora Aozora Aozora
Nyokap bilang mirip banget sama wajahku saat masih bayi dulu....
Mata-nya itu lho, Jepang banget..

Senin, Desember 01, 2008

Proses kelahiran anakku

30 Nov kemarin, jam 3 pagi tiba-tiba Putri (istriku) membangunkanku, air ketubannya sudah pecah.
Langsung deh grasa-grusu ke RS Yadika Pondok Bambu

Sampai disana langsung masuk kamar bersalin, setelah diperiksa oleh bidan, ternyata sudah bukaan 3..
Ya sudah, langsung disuruh tinggal disitu sambil menunggu bukaan-bukaan selanjutnya.

Makin lama kontraksi-nya Putri makin sering dan menyakitkan.... sampe nggak tega ngeliat dia ngeringis-ringis gitu, bahkan pas udah bukaan 6 sepertinya sakitnya semakin menjadi-jadi sampai seorang Putri bisa berteriak kesakitan (sesuatu yang tidak pernah aku bayangkan sebelum-nya)..
Putri yang tabah, tegar... ternyata bisa juga berteriak kesakitan tidak tahan dengan rasa sakit semasa kontraksi yang makin sering dan makin lama.

Jam 10-an (kayanya.. maklum belum punya jam tangan), Dokter Ismail (dokter kandungan Putri) sudah standby di sisi Putri dengan peralatan tempur lengkap.
Dan dimulailah proses melahirkan yang melelahkan tapi sekaligus mengharukan.

Erangan pun dimulai, diikuti tarikan nafas panjang, lalu gerakan mengejan yang harus dilakukan untuk mengeluarkan sang bayi dari kandungan Ibu-nya. Sulit sekali pada awal-nya, Putri kelihatan sudah tidak kuat lagi untuk mengejan.. sampai akhirnya dokter-pun menyarankan tindakan Vacuum  untuk membantu proses kelahiran. 

Sebetulnya aku tidak setuju, tapi melihat kondisi Putri yang seperti itu, rasanya tidak tega, jadi akupun mengiyakan opsi yang ditawarkan oleh dokter.

Ternyata walaupun sudah dibantu dengan vacuum, masih sulit juga untuk mengeluarkan sang bayi dari rahim ibu-nya. Usaha sang ibu untuk mengejan mendorong sang bayi rasanya sulit sekali dan di satu masa terlihat sang Ibu sudah akan menyerah tapi untung suster dan Dokter kandungan terus mendorong Putri untuk terus berusaha...

dan akhirnya....

Keluar juga kepala-nya... Alhamdulillah...
Selanjutnya tinggal dibantu sedikit dengan tarikan dokter, lahir-lah sang bayi ke dunia. Terharu aku melihatnya, melihat tubuh bayi sebesar itu bisa lahir dari rahim istriku.